ilustrasi ist
Anto Narasoma
1). Sebilah kata-katamu benar-benar mengiris persoalan sosial
yang panjang dan tajam
dari berbagai komentar dalam pembahasan panas yang mendidih,
daun telingamu pecah
dan berserak,
lalu mengkhawatirkan para penyandang kasus politik di antara waktu
o, kapan kau berhenti bicara dengan gaya bolduzer yang patah kemudi?
sebab,
mulutnu adalah harimau yang turun dari kebisingan masalah
dari celah-celah persoalan yang timbul tenggelam
di benakmu,
harimau kata-kata pun melahap suasana
begitu ketus arah perbincangan yang penuh badai
sekali pukul,
kekuasaan dari persoalan
yang dikunyah
akan tumbang ke mulutmu
2)
o, cuaca seperti permainan gasing yang berubah arah
sebuas kata-kata
yang mengaum panjang setelah
mencengkeram persoalan politik,
akhirnya padam
bara api tak lagi
bergemeretak di lidahmu
sebab,
suhu panas pun kehilangan titik didih
dalam suhu selembut elusan penguasa
tak ada lagi suara
tak ada lagi kata-kata setajam pisau cukur
tak ada raungan mematikan
hanya keramahtamahan kaku setelah peci dan stelan jas masuk
ke barisan wantimpres
yang mematikan harimau kata-kata
di lidahmu
Palembang, 3 Oktober 2026

