Musi Banyuasin

Polisi Sudah Panggil dan Periksa Cewek Viral di Media Sosial Pada Acara OT

MUBA,The8news.com – Menindak lanjuti viralnya seorang wanita yang mabuk sempoyongan di acara pesta rakyat resepsi pernikahan seorang warga di Desa Teluk Kijing II Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin, pada akun media sosial, Minggu (12/05/2024).

Polisi sektor Lais resort Musi Banyuasin melakukan langkah cepat dengan memanggil para pihak terkait.

Adapun pihak yang sudah di panggil itu yakni Riski (50) warga desa Teluk Kijing II , sebagai tuan rumah yang menggelar hiburan Organ tunggal yang menyajikan musik remix dan PS (17) wanita yang sempat viral di medsos.

“Kita sudah melakukan langkah cepat dengan memanggil tuan rumah yang menggelar hiburan Organ tunggal yang menyajikan musik remix dan melakukan periksaan terhadap perempuan yang viral tersebut dan Menurut pengakuan PS (17) bahwa dirinya hanya minum-minuman kaleng,” kata Kapolsek Lais AKP Muhammad Ridho Pradani SPd SH.

Dijelaskannya, dari hasil penelusuran yang dilakukan pada hari Selasa (14/05/2024) ditemukan bahwa pada hari Minggu (12/05/2024) warga desa Teluk Kijing II atas nama Riski menggelar pesta rakyat di acara resepsi pernikahan dengan hiburan organ tunggal (OT) ARSA dari Palembang saat acara pembubaran panitia, dan diakuinya telah melakukan pelanggaran dengan menyajikan musik remix, sekira pukul 14.00 wib.

Sedangkan PS menjelaskan bahwa ia mulai terasa sempoyongan setelah menegak minuman dalam kaleng yang diberikan oleh seorang laki-laki tidak dikenal di acara pesta tersebut dan ia tidak tahu minuman apa yang di teguknya.

Mendapat keterangan itu, kami berkoordinasi dengan satres narkoba polres Muba untuk dilakukan tes urine terhadap PS dan ternyata hasilnya negatif, tidak ada zat / kandungan narkoba pada urine PS tersebut, Jelasnya.

Masih kata Kapolsek , kami dari Polsek sebelum menerbitkan Surat Izin keramaian, pihak penyelenggara hajatan/tuan rumah sudah diingatkan, untuk mematuhi semua ketentuan, diantaranya tidak mabuk-mabukan, tidak menyajikan musik remix dan lain sebagainya, namun masih saja ada yang melanggar.

Untuk itu kedepan dalam hal perizinan keramaian kami perketat dan kami libatkan stakeholder terkait yaitu Kepala Desa dan Camat, juga melakukan himbauan-himbauan kepada masyarakat, dan dalam kesempatan ini kami mengharapkan dukungan serta kerjasama semua pihak untuk sama-sama memiliki satu pemahaman tidak menyajikan musik remix ketika ada acara pesta, karena hal ini berpotensi maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba ditempat tersebut. Harap Ridho. (*).

Post by Wan

Related Articles

Back to top button