NewsPalembang

Universitas PGRI Palembang Gelar INCoEPP

Palembang, The8News.com – Universitas PGRI Palembang menggelar kegiatan ilmiah International Conference on Education Universitas PGRI Palembang (INCoEPP).

Kegiatan itu dimulai Senin (25/1) hingga Kamis (28/1) dengan menghadirkan 10 orang narasumber utama, yang berasal dari 8 negara, yaitu Indonesia, Pakistan, Filipina, Thailand, Amerika Serikat, Nepal, India dan Canada.

INCoEPP ini diikuti juga oleh 194 partisipan dan 580 orang presenter yang juga berasal dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Kogo-Afrika, Inggris, Sidney-Australia, Bangkok-Thailand, Vietnam, Bangladesh, India, Singapura dan Kuala Lumpur-Malaysia.

Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto mengatakan, mengapresiasi atas inisiatif Ketua Yayasan dan Pak Rektor yang menggelar semeinar internasional yang dikuti mahasiswa S2.

“Karena mahasiswa perlu pemahaman dan pengetahuan, yang tidak hanya di internal kita saja, tapi juga penting kolaborasi dng orang luar. Oleh sebab itu, dilaksanakan kegiatan seminar internasional ini,” ujarnya.

Dia berharap dengan dilaksanakannya seminar internasional ini sarjana memiliki pengetahuan yang baik, untuk dirinya dan orang lain.

“Ada 8 negara yang turut andil sebagai keynote speaker., diantaranya dari Filipina, India, USA dan lainnya,” ucapnya.

Zulinto menuturkan, dengan adanya seminar internasional ini diharapkan mahasiswa PGRI memiliki pengetahuan luar.

“Mereka ikuti kegiatan, komunikasi sudah sangat canggih. Karena proses pembelajaran sudah canggih dan bisa virtual,” kata dia.

Zulinto mengatakan kegiatan INCoEPP itu sebagai pilot project. Ia mengimbau agar mahasiswa PGRI harus punya kemampaun itu, digital sudah mendunia.

“Semua mahasiswa S2 diharapkan semuanya kuasai digitalisasi, karena seminar internasional ini dilaksanakan pada masa pandemi covid-19, maka pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan dengan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” bebernya.

Ketua YPLP-PT PGRI , Hj Melia Rosani SH MH mengatakan bahwa seminar internasional ini adalah tuntutan bagi mahaiswa S2 yang harus mengikuti atau melaksankan karya tulis mereka (jurnal internasional).

“Salah satu hikmah pandemi, PGRI dapat melaksankan seminar internasional. Kalau tidak ada pandemi ini belum tentu bisa, karena dengan pandemi bisa memakai narsum secara virtual (online). Kalau tidak ada pandemi mereka harus hadir ke sini,” paparnya.

Melia berharap mahasiswa S2, dapat melaksanakan kewajiban akademik sekaligus menambah ilmu dengan mengikuti seminar internasional yang narasumbernya dari 8 negara.

“Seminar internasional ini diikuti 927 peserta, sebagian besar peserta S2, ini karena tuntutan akademik mahasiswa kami guru atau dosen. Kegiatan seminar internasional ini dibagi dua, karena harus sesuai protokol kesehatan,” bebernya.

Sementar itu, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian MM MSi menuturkan ditengah Pandemi Covid 19 dirinya  bersyukur semua masih dapat berkumpuldan bersilaturrahmi, melaksanakan INCoEPP.

“Hharapan kami tentunya kegiatan ini dapat memberikan konstribusi yang besarbagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di dunia pada umumnya dan Indonesia khususnya. Karenanya tema yang diangkat dalam seminar internasional ini adalah Innovative, Collaborative, Planning Research, to Face Digital Education Transformation,” katanya.

Dia menerangkan, Universitas PGRI Palembang adalah salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di kota Palembang, Sumatera selatan, Indonesia. Dengan status akreditasi sangat baik dari Badan Akreditasi Nasional, memiliki 5 fakultas dan 1 Program Pascasarajana dengan 25 program studi unggulan.

“Kegiatan seminar internasional ini merupakan kegiatan seminar international pertama yang dilaksanakan oleh universitas PGRI Palembang yang kami rencanakan akan dapat dilaksanakan secara konsisten setiap 2 tahun sekali,” paparnya.

“Sampai dengan saat ini, kami berkomitmen melaksanakan kegiatan ini dengan sangat professional, salah satu bentuk profesionalisme kami adalah dengan menggandeng atlantik press sebagai publisher yang akanmempublishmakalah-makalahterpilihdari para presenter dan juga menyiapkan 20 orang reviewer yang memiliki track record luar biasa dalam dunia publish internasional. Kami juga secara profesioanal melaksanakan kegiatan ini secara tatap muka dengan mematuhi protocol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia dan juga menyiapkan fasilitas zoom cloud meeting bagi narasumber maupun peserta yang tidak dapat hadir langsung dalam seminar ini,” pungkasnya. (Niken)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button