Bulan Ramadan, Pemkab Muratara dan Perum Bulog Gelar Operasi Pasar Murah di 7 Kecamatan

MURATARA,The8news.com– Menjelang dan selama Bulan Suci Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Pemkab Muratara bersinergi dengan Perum Bulog menggelar Operasi Pasar Murah secara bergiliran di tujuh kecamatan.
Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta memastikan ketersediaan dan pemerataan distribusi bahan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Muratara, Kodri, S.E, didampingi Camat Rawas Ulu Hazarika, menyampaikan bahwa Operasi Pasar Murah dilaksanakan secara bertahap di tujuh kecamatan.
Hari pertama digelar di Kecamatan Karang Dapo pada Senin (9/2/2026), kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Ulu Rawas, Rupit, Karang Jaya, Rawas Ilir, Nibung, dan terakhir di Kecamatan Rawas Ulu. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di masing-masing lokasi.
Khusus untuk Kecamatan Rawas Ulu, pemerintah menyiapkan 2 ton beras SPHP dengan harga Rp57.500 per 5 kilogram, 1 ton minyak goreng dengan harga Rp15.700 per kilogram, serta gas elpiji 3 kilogram seharga Rp20.000 per tabung.
“Harga bahan pokok yang dijual dalam pasar murah ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Ini bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat,” jelas Kodri.
Menurutnya, sinergi antara Pemkab Muratara dan Bulog menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan tetap aman selama Ramadan. Operasi Pasar Murah ini juga menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi fluktuasi harga.
“Melalui Operasi Pasar Murah ini, kami berharap masyarakat dapat terbantu dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dengan digelarnya pasar murah secara merata di tujuh kecamatan, Pemkab Muratara optimistis daya beli masyarakat tetap terjaga dan laju inflasi daerah dapat ditekan selama Ramadan 2026.(Wck)



